Dokter Kanal SB30Health Ungkap Lima Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kulit

“Jangan sampai kita hanya terlena dengan apa yang di luar, tapi kita lupa untuk memperhatikan organ di dalam tubuh kita,” ujarnya.

Edi.

10/12/20263 min read

person holding dropper
person holding dropper

Masalah kulit seperti jerawat, flek hitam, kulit kusam, dan keriput tidak selalu berkaitan dengan perawatan dari luar. Kebiasaan sehari-hari, mulai dari pola makan hingga kualitas tidur dan pengelolaan stres, juga perlu diperhatikan ketika masalah kulit terus berulang meski telah menjalani berbagai perawatan.

Hal tersebut disampaikan dr. Hans dalam video berjudul “Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Kulit” yang diunggah melalui kanal YouTube SB30Health. Dalam video tersebut, ia membahas lima kebiasaan yang menurutnya perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan kondisi kulit.

Menurut dr. Hans, penggunaan produk perawatan kulit dan perawatan di klinik kecantikan bukanlah sesuatu yang keliru. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya berfokus pada penampilan luar ketika masalah kulit terus muncul kembali.

“Jangan sampai kita hanya terlena dengan apa yang di luar, tapi kita lupa untuk memperhatikan organ di dalam tubuh kita,” ujarnya.

Kebiasaan pertama yang disoroti adalah konsumsi junk food secara berlebihan dan berulang. dr. Hans menjelaskan, persoalannya bukan semata-mata pada satu kali konsumsi makanan tertentu, melainkan pola makan yang berlangsung terus-menerus.

Dalam penjelasannya, ia mengaitkan pola konsumsi tersebut dengan ketidakseimbangan mikrobioma usus atau disbiosis serta peradangan. Ia menyebut kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya masalah kulit, termasuk jerawat dan kemerahan.

Kebiasaan kedua adalah kurang tidur kronis. Menurut dr. Hans, tidur merupakan bagian penting dari proses pemulihan dan regenerasi jaringan tubuh. Karena itu, gangguan tidur yang berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun perlu mendapat perhatian.

Ia menjelaskan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan respons stres tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut, menurutnya, dapat berkaitan dengan kerusakan kolagen dan elastin serta peningkatan produksi sebum atau minyak pada kulit.

Kebiasaan ketiga adalah konsumsi makanan dan minuman tinggi fruktosa serta alkohol secara berlebihan. dr. Hans secara khusus menyoroti fruktosa dari sumber seperti minuman kemasan, permen, biskuit, dan produk yang menggunakan sirup jagung tinggi fruktosa.

Ia mengaitkan konsumsi fruktosa berlebihan dengan risiko perlemakan hati. Menurutnya, gangguan fungsi hati juga perlu diperhatikan dalam pembahasan kesehatan secara menyeluruh. Dalam video tersebut, ia turut menghubungkan ketidakseimbangan hormon dengan masalah kulit, seperti jerawat hormonal, melasma, hiperpigmentasi, dan kulit kusam.

Kebiasaan keempat adalah dehidrasi kronis. dr. Hans menilai kecukupan cairan perlu diperhatikan, termasuk pada orang yang banyak beraktivitas di ruangan berpendingin udara atau rutin melakukan olahraga.

Ia juga menyinggung pentingnya asupan mineral dan elektrolit. Menurutnya, kebutuhan tersebut perlu dipenuhi melalui pola konsumsi yang sesuai, terutama bagi orang yang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi atau berdurasi panjang.

Adapun kebiasaan kelima adalah stres berkepanjangan dan olahraga berlebihan atau overtraining. dr. Hans menjelaskan bahwa stres tidak selalu berdampak buruk karena tubuh tetap membutuhkan respons terhadap tekanan dalam batas tertentu. Namun, stres yang berlangsung kronis tanpa pengelolaan yang baik dapat mengganggu keseimbangan tubuh.

Dalam konteks kesehatan kulit, ia mengaitkan kondisi tersebut dengan wajah pucat, warna kulit yang tidak merata, penyembuhan jerawat yang lebih lambat, serta kulit yang mudah mengalami gatal atau kemerahan.

Untuk mengurangi dampak kebiasaan tersebut, dr. Hans menyampaikan lima langkah yang dapat mulai diterapkan, yakni memperbaiki pilihan karbohidrat dan asupan makanan, menyelaraskan ritme sirkadian, mempertimbangkan pola puasa yang sesuai, menjaga kecukupan cairan dan mineral, serta mengelola stres.

Dalam hal pola makan, ia menekankan pentingnya sumber karbohidrat yang mengandung komponen bermanfaat bagi mikrobioma usus. Contoh yang disebutkannya meliputi sayuran hijau, sayuran fermentasi, serta nasi atau kentang yang dimasak lalu didinginkan.

Ia juga menyarankan pengaturan waktu tidur dan paparan cahaya pagi untuk membantu menyelaraskan jam biologis tubuh. Sementara itu, meditasi, latihan pernapasan, menulis jurnal, dan menjalankan hobi yang menyenangkan disebut sebagai beberapa pilihan untuk membantu mengelola stres.

dr. Hans menegaskan bahwa perawatan dari luar tetap memiliki tempat dalam menjaga kesehatan kulit. Namun, ketika masalah kulit terus berulang, masyarakat perlu memperhatikan pula kebiasaan sehari-hari dan mencari tahu faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Dengan demikian, menjaga kesehatan kulit tidak hanya berkaitan dengan pemilihan produk perawatan, tetapi juga dengan perhatian terhadap pola makan, tidur, hidrasi, aktivitas fisik, dan pengelolaan stres.

kontak kami

inisiatifonline@outlook.co.id

+6288906160520

Dibangun pada 2025