Ekonom AS Steve Hanke Soroti Sikap Presiden Prabowo Terhadap MSCI: Prabowo Delusional

"#IDNWatch: Saat menyampaikan pidato di hadapan 118 menterinya, Pres. Prabowo memperingatkan bahwa Indonesia tidak akan diintimidasi oleh pemeringkatan MSCI, yang mengumumkan niatnya untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari "emerging" (berkembang) menjadi "standalone" (berdiri sendiri). PRABOWO = DELUSIONAL."

BERITA-POLITIK INTERNASIONALBERITA-PEMERINTAHBERITA-EKONOMI

Edi.

10/24/20262 min read

graphical user interface, application
graphical user interface, application

Cuitan ekonom terkemuka asal Amerika Serikat sekaligus profesor ekonomi terapan di Johns Hopkins University, Steve Hanke, menjadi pusat perhatian di platform X (dahulu Twitter). Unggahan yang dirilis pada 22 Oktober 2026 tersebut menyoroti pernyataan tegas Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato di hadapan jajaran menterinya. Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan diintimidasi oleh rencana lembaga pemeringkat indeks global, MSCI, yang berencana menurunkan status (downgrade) pasar saham Indonesia dari "emerging market" menjadi "standalone market".

Dalam unggahannya di platform X, Steve Hanke menuliskan kutipan langsung sebagai berikut:

"#IDNWatch: During an address to his 118 ministers, Pres. Prabowo warned that Indonesia would not be intimidated by the MSCI rating, which announced its intention to downgrade Indonesia's stock market from "emerging" to "standalone". PRABOWO = DELUSIONAL."

"#IDNWatch: Saat menyampaikan pidato di hadapan 118 menterinya, Pres. Prabowo memperingatkan bahwa Indonesia tidak akan diintimidasi oleh pemeringkatan MSCI, yang mengumumkan niatnya untuk menurunkan status pasar saham Indonesia dari "emerging" (berkembang) menjadi "standalone" (berdiri sendiri). PRABOWO = DELUSIONAL."

Cuitan tersebut langsung memicu gelombang respons dari berbagai kalangan, baik pengamat internasional maupun publik dalam negeri. Dari kacamata analisis pasar ekuitas, Kathleen Tyson menyampaikan pandangan kontras dengan menilai bahwa kepemilikan asing sebesar 40 persen di Indonesia sangat terkonsentrasi pada sektor-sektor utama seperti perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan sebagai anak perusahaan dari entitas induk asing. Menurutnya, meskipun porsi free float rentan terhadap gangguan serangan volatilitas pasar, risiko pelarian modal pada sektor ekonomi riil pada dasarnya sangat minim.

Di sisi lain, kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi riil juga ramai disuarakan oleh netizen. Pengguna seperti akun BitBoy menilai tren penurunan pasar saham turut berdampak pada tertekannya standar hidup masyarakat Indonesia. Nada kritis senada juga disampaikan oleh akun Thor Ezby yang menyoroti efektivitas serta dampak ukuran jajaran kabinet pemerintahan terhadap kestabilan perekonomian nasional.

Meski dihujani kritik, tak sedikit pula masyarakat yang menyuarakan dukungan terhadap sikap tegas pemerintah. Seperti yang diungkapkan oleh akun KaKeK B4RA, ia menegaskan bahwa Indonesia harus tetap menjaga kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi. Menurut pandangannya, bangsa Indonesia tidak boleh tunduk pada aturan atau tekanan dari lembaga keuangan luar negeri yang kerap terburu-buru menarik kesimpulan tanpa memahami kondisi nyata di lapangan. Hingga kini, cuitan Steve Hanke telah disaksikan lebih dari seratus ribu kali dan terus menjadi bahan perbincangan hangat mengenai arah kebijakan ekonomi serta stabilitas pasar modal Indonesia.

kontak kami

inisiatifonline@outlook.co.id

+6288906160520

Dibangun pada 2025