Pemberitaan Palestina Sedang Sepi, Lanjutkan Boikot!

Gerakan boikot memang banyak menguji konsistensi, banyak produk yang alternatifnya sulit. Lebih sulit lagi merubah habit, namun jika mengingat kekejaman Israel, gerakan boikot merupakan gerakan yang naik level dari gerakan menyuarakan saja. Jadi mulailah membiasakan diri untuk memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel!

OPINI

Aang S.M.

9/8/20262 min read

a picture of a flag painted on the side of a building
a picture of a flag painted on the side of a building

Kabar tentang kondisi Palestina memang naik turun. Tiap ada eskalasi pemberitaan menjadi sangat masif. Kini pemberitaan tentang Palestina sedang tidak ramai. Kondisi demikian bukan berarti Israel berhenti menjadi entitas yang biadab. Rakyat Palestina masih hidup dalam penderitaan yang patutnya tidak dialami oleh manusia mana pun.

Penderitaan itu cukup menjadi dasar untuk terus menyuarakan, bertindak, dan menunjukan keberpihakan kepada rakyat Palestina. Apalagi kita orang Indonesia yang secara historis aktif menyuarakan kemerdekaan Palestina. Seperti tergambar dalam Pidato Sukarno yang menyatakan “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,”.

Salah satu upaya untuk mendukung rakyat Palestina adalah melakukan boikot terhadap entitas, brand dan lain sebagainya yang teridentifikasi melancarkan dan memberi dukungan terhadap tindakan-tindakan Israel, baik karena memberi fasilitas atau malah menjadikan kekejaman Israel ini sebagai ladang mencari keuntungan bisnis. Secara sederhana boikot dapat dilakukan dengan cara tidak mengkonsumsi atau tidak menggunakan produk-produk yang dihasilkan oleh entitas-entitas pro Israel.

The Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Movement merupakan salah satu gerakan yang populer dalam melakukan boikot. Dalam situs yang dikelola oleh gerakan tersebut ada beberapa brand yang diklasifikasi menjadi tiga kelas untuk diboikot. Berikut daftar boikot berdasarkan BDS Movement:

Priority boycott targets of the BDS movement (Target boikot prioritas gerakan BDS):

  • Chevron

  • Caltex

  • Texaco

  • Intel

  • Dell

  • Siemens

  • HP

  • Carrefour

  • AXA

  • Sodastream

  • Disney+

  • RE/MAX

Pressure targets of the BDS movement (Target tekanan gerakan BDS):

  • Google

  • Amazon

  • Airbnb

  • Expedia

  • Teva

  • Booking.com

Organic boycotts supported by the BDS movement (Boikot organik yang didukung gerakan BDS):

  • McDonald's

  • Coca-Cola

  • Burger King

  • Papa John's

  • Pizza Hut

  • Wix

Tentunya klasifikasi itu bukan tanpa maksud. Pada kelas Priority boycott targets of the BDS movement, BDS menyerukan untuk memboikot total semua produk pada kelas ini karena keterlibatannya secara sistemik terhadap tindakan Israel.

Pada kelas Pressure targets of the BDS movement, gerakan boikot masih relatif bervariasi, dimulai dengan tidak menggunakan produk jika memiliki alternatif yang lain. Jika tidak ada tidak ada alternatif produk yang lain maka gerakan boikot dapat dilakukan dengan memberikan tekanan baik secara digital maupun langsung terhadap list brand yang tercantum pada kelas ini. Gerakan boikot pada kelas ini juga dapat dilakukan dengan dengan melakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan tersebut untuk tidak melakukan kerjasama dengan Israel, tentu negosiasi tidak bisa dilakukan oleh semua pihak. Pihak yang mampu ini yang harus ditekan untuk melakukan negosiasi.

Kemudian kelas Organic boycotts supported by the BDS movement dapat dimaknai sebagai gerakan boikot yang awalnya tidak diinisiasi oleh BDS movement, namun diinisiasi oleh masyarakat di suatu lokasi tertentu. Gerakan boikot itu organik dilakukan oleh masyarakat umum, namun kemudian BDS movement menyatakan dukungan terhadap boikot itu.

Tentunya melakukan boikot tidak semudah menadzarkannya. Ada kebiasaan yang patut diubah, ada brand atau produk yang sulit dicari alternatifnya. Misalkan pada kelas Priority boycott targets of the BDS movement (harus diboikot), mungkin mudah mengganti AXA, banyak asuransi yang lebih baik, mudah juga mengganti Chevron dan Caltex, banyak produk perawatan mesin bermotor yang lebih baik, dan brand lain cenderung mudah mencari alternatif. Berbeda cerita ketika berbicara mengenai Intel. Banyak komputer dan laptop yang menggunakan prosesor ini, dan kadang karena kondisi tertentu kita tetap harus memakainya, misalkan karena disediakan oleh kantor, tentu kondisi ini tidak menjadi alasan gerakan boikot yang kita lakukan menjadi tidak sah.

Gerakan boikot memang banyak menguji konsistensi, banyak produk yang alternatifnya sulit. Lebih sulit lagi merubah habit, namun jika mengingat kekejaman Israel, gerakan boikot merupakan gerakan yang naik level dari gerakan menyuarakan saja. Jadi mulailah membiasakan diri untuk memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel!

kontak kami

inisiatifonline@outlook.co.id

+6288906160520

Dibangun pada 2025