Poros-Poros Pemilu Mulai Bergerak: Pertarungan Solo VS Cikeas

“Kita hormati ya siapapun sekarang yang punya agenda di 2029 mau jadi calon presiden, mau jadi wakil presiden. Nah, disampaikan sekarang oke, tapi menurut saya udah stop. Jangan kita bahas panjang-panjanglah,” kata Doli. . .

BERITA-POLITIK HUKUM

Edi.

9/13/20264 min read

a close up of a board game with dices
a close up of a board game with dices

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung meminta elite politik tidak terlalu dini membicarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Menurut Doli, masyarakat dan pemerintah saat ini masih menghadapi banyak persoalan yang membutuhkan perhatian, sementara pembicaraan mengenai kontestasi politik lima tahunan sudah kembali ramai.

Pernyataan tersebut disampaikan Doli saat berbincang dengan akademisi sekaligus ekonom Rhenald Kasali dalam video yang diunggah di kanal YouTube Rhenald Kasali pada 11 September 2026. Dalam percakapan itu, keduanya membahas kemunculan pembicaraan mengenai sejumlah poros politik menuju Pilpres 2029, mulai dari Poros Solo hingga Poros Cikeas.

Doli mengatakan dirinya tidak mempersoalkan apabila partai politik maupun tokoh tertentu sudah memiliki agenda menuju Pilpres 2029. Namun, ia meminta pembicaraan mengenai kontestasi tersebut tidak terus diperpanjang.

“Kita hormati ya siapapun sekarang yang punya agenda di 2029 mau jadi calon presiden, mau jadi wakil presiden. Nah, disampaikan sekarang oke, tapi menurut saya udah stop. Jangan kita bahas panjang-panjanglah,” kata Doli dalam percakapan tersebut.

Menurut dia, energi politik seharusnya untuk sementara diarahkan kepada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Ia menilai kondisi dunia dan masyarakat Indonesia masih menghadapi banyak kesulitan.

“Karena urusan kita terhadap bangsa ini PR-nya banyak sekali. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Rakyat kita dengan kesulitan dan segala macam. Mending energi kita fokuskan dulu untuk menyelesaikan masalah-masalah itu,” ujar Doli.

Doli juga menyinggung pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengenai kekuasaan yang memiliki batas waktu. Doli menegaskan bahwa dirinya tidak menolak substansi pernyataan tersebut. Sebaliknya, ia mengaku sepenuhnya setuju dengan gagasan bahwa kekuasaan merupakan amanah rakyat dan memiliki batas.

Namun, Doli mempertanyakan momentum penyampaian pesan tersebut ketika AHY masih menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Doli, pejabat yang berada dalam pemerintahan semestinya lebih banyak berbicara mengenai penyelesaian persoalan rakyat.

“Saya sangat setuju sepenuhnya apa yang disampaikan oleh Pak AHY. Cuma menurut saya satu, momentumnya mungkin kurang tepat bicara tentang kekuasaan 2029,” kata Doli.

Ia kemudian memberikan contoh ketika masyarakat menghadapi kesulitan akibat erupsi gunung. Menurut Doli, dalam situasi seperti itu, perhatian pemerintah seharusnya tertuju pada penyelesaian masalah masyarakat, bukan pada kontestasi politik yang masih jauh.

“Kalau melihat rakyatnya susah, ya jangan diomongin, ‘Waduh, ini rakyat kita susah ini bagaimana caranya.’ Itu harusnya dia masalah ngomong, ya bicara selesaikan masalahnya dong,” ujar Doli.

Meski meminta pembicaraan Pilpres 2029 dihentikan, Doli pada saat yang sama mengakui bahwa pergerakan menuju kontestasi tersebut sudah mulai terlihat. Ia menyebut Demokrat dan AHY telah menunjukkan kesiapan, sementara Partai Golkar sendiri sudah mengambil keputusan mengenai calon yang akan didukung.

Doli mengatakan Partai Golkar telah memutuskan memberikan dukungan kepada Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden pada 2029. Keputusan tersebut, menurut dia, bahkan telah dideklarasikan dalam rapat pimpinan nasional.

“Partai Golkar sudah juga punya calon di tahun 2029. Kami sudah putuskan, declare di Rapimnas, bahwa kami di tahun 2029 memberikan dukungan kembali ke Pak Prabowo sebagai calon presiden untuk periode yang kedua,” kata Doli.

Karena Golkar sudah memiliki calon, Doli menjelaskan alasan dirinya menggunakan istilah “contender” ketika menyebut tokoh atau kelompok politik lain yang mulai melakukan persiapan menuju Pilpres 2029.

“Karena kami sudah punya calon berarti kan ada penantangnya,” ujar Doli. Ia kemudian menambahkan, “Paling enggak mengingatkan, be careful, we have competitor.”

Rhenald kemudian menyoroti posisi Golkar sebagai partai besar yang memiliki pengalaman panjang dalam pemilu. Ia mempertanyakan apakah Golkar tidak memiliki calon sendiri selain Prabowo.

Menanggapi hal tersebut, Doli mengatakan Golkar memiliki karakter historis sebagai partai yang dekat dengan pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa tradisi Golkar adalah berada di dalam pemerintahan dan mendorong pembangunan.

“Golkar itu dari habit-nya, gen-nya itu partainya pemerintah. Siapapun yang terpilih selalu masuk dalam pemerintah,” kata Doli.

Menurut Doli, tradisi tersebut berkaitan dengan doktrin kekaryaan Golkar yang menempatkan pembangunan dan kemajuan sebagai bagian penting dari orientasi politik partai. Karena itu, ia mengatakan Golkar berkepentingan membangun kader yang mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan.

Doli juga mengakui bahwa pergerakan menuju Pilpres 2029 kini semakin sulit dihindari. Setelah muncul pembicaraan mengenai Poros Solo dan Poros Cikeas, ia bahkan menilai menarik apabila kelompok politik di luar pemerintahan nantinya ikut mengambil posisi.

“Saya bilang ini sekarang yang bicara tentang Pilpres 2029 itu Poros Solo kemudian disusul oleh Poros Cikeas, yang dua-duanya sedang berada satu kapal dalam pemerintahan Pak Prabowo,” kata Doli.

Menurut dia, kondisi tersebut cukup unik karena pihak-pihak yang berada di dalam pemerintahan justru sudah mulai berbicara mengenai Pilpres berikutnya. Karena itu, ia menunggu apakah kelompok di luar pemerintahan juga akan mulai menyampaikan sikap.

“Yang di dalam aja sudah mulai. Agak unik kalau dalam waktu dekat Poros Teuku Umar (red, kediaman Megawati) yang di luar justru enggak bicara,” ujar Doli.

Rhenald kemudian menilai bahwa dinamika tersebut menunjukkan masing-masing kekuatan politik mulai melakukan positioning. Doli membenarkan adanya kecenderungan tersebut. Ia mengatakan jika Demokrat dan AHY memang telah memiliki kesiapan dan keinginan menuju 2029, hal itu tidak perlu dibantah.

“Kalau misalnya sekali lagi Demokrat dan AHY memang sudah punya kesiapan, diawali dengan punya keinginan, punya kesiapan, dan dari pidatonya saya menilai gestur dan nuansanya sudah seperti itu. Ngapain dibantah,” kata Doli.

Namun, Doli memberikan catatan bahwa persiapan menuju Pilpres tidak boleh mengganggu pekerjaan pemerintah saat ini. Menurutnya, partai politik boleh memiliki agenda masing-masing, tetapi selama masih berada dalam pemerintahan, mereka memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Kita boleh aja punya agenda 2029, mau jadi presiden, mau jadi calon presiden, wakil presiden. Kalau kita sudah siap, it's OK, enggak ada masalah. Saya enggak mengkritik itu,” ujar Doli.

“Tapi jangan lupa sekarang kita terikat komitmen dengan Pak Prabowo dan Pak Gibran. Kita berada dalam satu kabinet pemerintahan yang tugasnya juga berat. Jadi kita harus ikut tanggung jawab juga menyelesaikan ini, bukan mengomentari masalah, tapi menyelesaikan masalah,” lanjutnya.

Doli mengatakan Partai Golkar bahkan tidak berhenti pada deklarasi dukungan kepada Prabowo. Menurutnya, jajaran partai juga telah diarahkan untuk membantu mensukseskan program pemerintahan Prabowo.

Ia menilai keberhasilan pemerintahan saat ini pada akhirnya juga akan berpengaruh terhadap peluang Prabowo dalam pencalonan periode kedua. “Begitu kita sangat serius mensukseskan itu, itu akan menjadi lebih mudah nanti pada saat pencalonan kedua karena dianggap semua programnya deliver,” kata Doli.

Karena itu, Doli menolak jika orientasi politik hanya diarahkan untuk mengejar kenaikan tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo. Menurutnya, yang lebih penting adalah menyelesaikan persoalan masyarakat sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah meningkat.

“Dalam pemerintahan pemimpin kita ini sekarang Pak Prabowo. Justru harusnya yang kita harus menjadi tanggung jawab utama adalah meningkatkan approval rating itu,” kata Doli. Ia kemudian menjelaskan bahwa meningkatnya kepercayaan publik seharusnya menjadi konsekuensi dari keberhasilan menyelesaikan persoalan masyarakat.

kontak kami

inisiatifonline@outlook.co.id

+6288906160520

Dibangun pada 2025